Ayo Gabung Segera Di JBP Terbaru

Rabu, 13 Mei 2015

Terbaru : 'Mengakhiri' Windows demi Masa Depan Microsoft

'Mengakhiri' Windows demi Masa Depan MicrosoftVIVA.co.id -Windows 10 akan menjadi versi terakhir. Akhir pekan lalu, perusahaan software terbesar di dunia, Microsoft, mengumumkan hal yang mengejutkan. Microsoft tidak akan membuat versi sistem operasi Windows lagi. Sistem operasi terbaru mereka, Windows 10, akan menjadi versi terakhir.


Dilansir dari Trusted Review, Sabtu 9 Mei 2015, Microsoft memutuskan untuk menggunakan Windows sebagai platform layanan, ketimbang mengulang produk software dalam berbagai versi. Langkah baru dan berani Microsoft yang digarisbawahi yaitu menjadikan Windows sebagai sebuah layanan. 

"Sekarang kami akan mengeluarkan Windows 10. Ini merupakan versi terakhir dari Windows, oleh karena itu kami akan terus memperbaharui dan meningkatkan fitur di dalamnya, tanpa harus mengeluarkan versi berbeda-beda," ujar Jerry Nixon dari divisi pengembangan Microsoft.

Dengan demikian, nantinya tidak akan ada lagi Windows 11, Windows 12 dan seterusnya. Perusahaan besutan Bill Gates itu hanya akan meningkatkan performa Windows 10 secara bertahap, tanpa harus menggantinya dengan versi lain.

"Masa depan Windows adalah layanan. Ini artinya, Windows 11 tidak akan pernah ada," ujar Nixon.

Windows 10 dikatakan memang dibuat berbeda dengan sistem operasi sebelumnya karena bisa beroperasi di banyak platform. Dengan demikian, Windows 10 bisa digunakan di desktop, ponsel, atau tablet.

Microfot sejauh ini masih irit bicara soal pengembangan Windows sebagai sebuah layanan. Juru bicara Microsoft menjelaskan konsep terbaru yaitu mencerminkan cara Microsoft membawa inovasi dan pembaharuan baru secara berkelanjutan kepada konsumen dan pelanggan bisnis.

"Kami tak bicara untuk branding masa depan pada kali ini, tapi pelanggan dapat yakin Windows 10 akan tetap up to date dan mendayai berbagai perangkat mulai dari PC, ponsel, Surface Hub, HoloLens dan Xbox. kami berharap untuk masa depan panjang inovasi Windows," jelas jubir tersebut dikutip dari The Verge. 
Keputusan Microsoft untuk mengakhiri versi Windows itu bukan berarti Windows berhenti total. Tapi Microsoft akan menempuh pola sistem operasi berbeda dibanding sebelumnya. Diketahui, pada pola lama Microsoft akan memperbaharui sistem operasi Windows mereka dalam tiga atau enam tahun secara berkala.
Nah, kini setelah mengumumkan hal itu, dan menjadikan visi Windows sebagai sebuah layanan, maka perusahaan akan fokus merilis pemharuan Windows 10 setiap bulannya setelah sistem operasi itu dirilis pada Juli nanti. Pada pola baru, Microsoft juga akan memberikan setidaknya dua pembaharuan tiap tahun bagi Windows 10.

Soal Windows sebagai sebuah layanan, Microsoft sudah merencanakan memakai kodenama Redstone pada 2016. Pada skema ini, mengutip The Verge, Microsoft akan memberikan dua pembaharuan pada inti Windows pada tahun depan, satu pembaharuan pada musim panas dan satunya lagi pada musim semi.

Pembaharuan Redstone itu akan dirancang secara luas bagi perangkat baru yang menjalankan Windows. Pembaharuan ini juga akan menyasar berbagai perangkat misalnya Xbox, Surface Hub, ponsel, HoloLens, Microsoft Band, serta produk Microsoft lain seperti Office dan lainnya.

The Verge menyebutkan meski tak akan menginjak pada Windows 11, pembaharuan itu kemungkinan akan menjadi Windows 10.1, dengan beragam fitur baru.

Soal keputusan Microsoft itu, Wakil Presiden Perusahaan analis Gartner, Steve Kleynhans, memandang pola pembaharuan berkala tiap tiga atau enam tahun yang dijalani Microsoft sebelumnya dianggap tak efektif.

Pola itu, kata dia, malah menciptakan banyak problem bagi Microsoft dan pelanggan. Pertama, Microsoft harus dikejar untuk menciptakan sistem operasi berbeda dan berkualitas tiap jangka waktu tersebut. Sedangkan selanjutnya, bagi pengembang, pola ini menurutnya memusingkan bagi para pengembang aplikasi.

"Pengembang akan terkunci memunculkan produk yang berbasis apa yang dunia inginkan tiga tahun lalu," ujar Kleynhans dilansir dari BBC.
Selain itu, Microsoft juga harus mengeluarkan sumber daya yaitu energi dan uang yang besar untuk meyakinkan orang bahwa mereka layak membutuhkan versi sistem operasi terbaru.

Pola pembaharuan bulanan itu sudah dipraktikkan perusahaan perangkat lunak seperti Adope. Selama ini Adobe memberikan layanan pembaharuan bulanan untuk akses program dekstop seprti Photoshop dan Illustrator, untuk mendapatkan akses versi dan fitur terbaru. Menurut laman TechCrunch, pola yang dijalankan Adobe itu menjadi lebih menarik dengan berbagai layanan pendukung.

Pembaharuan bulanan juga opsi yang mungkin atas potensi kegagalan respons buruk pasar pada sistem operasi Windows.

Laman Arc menuliskan, para eksekutif Microsoft telah belajar dari kasus kegagalan Windows 8 pada beberapa tahun lalu. Diketahui Windows 8 tak begitu sukses mendapat respons pasar karena faktor antarmuka Metro yang menempatkan tombol Start Menu secara berbeda. Belakangan perusahaan berbasis di Redmond, Washington, AS itu mengembalikan tombol Start Menu dan membuat memprioritaskan dekstop.

Langkah positif
Mengenai dampak dari pola pembaharuan itu, Kleynhans menyebutkan langkah Microsoft itu secara umum adalah langkah yang patut diapresiasi.

"Secara keseluruhan, ini merupakan langkah positif, tapi memiliki beberapa risiko," ujar dia.

Kleynhans menjelaskan Microsoft harus bekerja keras untuk menjaga dan terus bisa menghasilkan pembaharuan dan fitur baru.

Tantangan tahap ini bagi Microsoft yaitu sejauh mana perusahaan bisa memastikan pelanggan korporat bisa mudah beradaptasi dengan pola pembaharun baru dan perubahan. Termasuk juga sejauh mana Microsoft bisa memberi dukungan kepada pelanggan kelas tinggi tersebut.

"Itu tak berarti Windows akan membeku dan tidak akan maju lagi. Memang kita akan melihat sebaliknya, dengan kecepatan pembaharuan, Windows akan bergeser pada lebih baik," kata dia.

Semiliar perangkat

Soal optimisme Windows 10, Microsoft yakin dengan memasang target cukup tinggi. Perusahaan itu yakin jika sistem operasi terbarunya ini akan digunakan oleh banyak perangkat. Hal ini karena Windows 10 akan disesuaikan untuk aneka platform, baik smartphone, PC maupun tablet.
Dilansir melalui The Register, Senin 11 Mei 2015, Kepala Divisi Windows Microsoft, Terry Myerson, mengatakan jika satu miliar perangkat akan menggunakan Windows 10. Angka ini optimistis akan diraih Microsoft dalam kurun dua sampai tiga tahun ke depan, sejak Windows 10 resmi diluncurkan.

Dia memastikan bahwa hal ini dipicu oleh basis pengguna Windows yang jumlahnya cukup menggembirakan. Menurut dia, para pengguna perangkat Windows 7 akan berbondong-bondong meng-upgrade sistem operasinya ke Windows 10.

Selain itu, kondisi ini dikarenakan banyak pengguna yang kini memiliki perangkat dengan dua fungsi, atau 2-in-1, atau laptop yang bisa berfungsi sebagai tablet.

"Salah satu yang kami belum punya, sebuah perilisan Windows terbaik yang bisa memicu pengguna untuk memperbaharui PC mereka," ujarnya.

"Saya melihat banyak orang dengan PC berbasis Windows 7 dan juga melihat sebuah perangkat dua fungsi dengan layar sentuh. Saya pikir, itu lebih dari yang kami miliki. Saya optimistis," katanya.

Memang tidak jelas dikatakan bagaimana cara Microsoft untuk bisa mencapai target tersebut. Namun, perusahaan milik Bill Gates itu yakin dengan banyaknya lini perangkat yang akan mereka gelontorkan. Selain smartphone, Microsoft juga memiliki tablet, Surface, hingga HoloLens.

Data Gartner memprediksi, pada akhir 2015 akan ada 423 juta unit perangkat yang dipersenjatai Windows. Angka ini naik 17,4 persen dibanding jumlah pada 2014. Angka ini, menurut Gartner, mencakup desktop, notebook, smartphone merek lain, dan smartphone Windows keluaran Microsoft.

Selain itu, menurut IDC, Microsoft tidak hanya membuat Windows untuk PC, tapi juga Windows Phone dan Xbox. Untuk Xbox, Microsoft mengklaim telah menjual lebih dari 10 juta unit dalam kurun 12 bulan hingga Oktober 2014, ditambah 34,9 juta unit Windows Phone pada 2014.

Jika data tersebut benar, pada 2016, Windows harus menambahkan target penjualan unit perangkatnya hingga dua kali lipat lebih banyak dari 2015. Dan menambahkannya lagi pada 2017, sehingga bisa mencapai target satu miliar unit.

Sumber :http://fokus.news.viva.co.id/news/read/625160--mengakhiri--windows-demi-masa-depan-microsoft

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls